Berdiri 12 juli 2007 di SMP Negeri 1 Bojonegoro dan di tahun pertamanya berhasil mengantarkan gelar divisi 1 ke pangkuan Persibo. Di tahun ke tiga berhasil mengantarkan Persibo sebagai terbaik di Divisi Utama 2010.
Minggu, 27 Februari 2011
Boromania ke Jakarta Minta Menegpora Bekukan PSSI
“Kami memberikan dukungan dan meminta Menegpora membekukan PSSI,” kata Ketua Harian Boromania, Jasmo Priyanto, Minggu.
Jasmo yang juga Sekjen Asosiasi Suporter Indonesia (ASI) itu menjelaskan, sebelum menemui Menegpora Andi Mallarangeng, Boromania, akan demo di kantor PSSI, Selasa (1/3). Tuntutannya sama dengan demo sebelumnya yaitu mendesak Ketua PSSI Nurdin Halid, mundur.
Seusai demo, Boromania akan menemui Menegpora Andi Mallarangeng, yang akan diminta secepatnya mengambil langkah membekukan sementara PSSI dibawah kepemimpinan Nurdin Halid. Termasuk kepengurusan PSSI yang ada dibawahnya dan secepatnya membentuk kepengurusan baru PSSI, tanpa Nurdin Halid dan kroninya.
“Semakin berlarut-larut kemelut di tubuh PSSI, masyarakat pecinta bola yang dirugikan, bukan PSSI Nurdin Halid,” ucapnya, menegaskan.
Ia menjelaskan, sudah menyiapkan 10 bus yang akan membawa suporter Boromania, dan menyediakan konsumsi bagi suporter yang berangkat selama beberapa hari di Jakarta.
“Warga Bojonegoro yang ada di Jakarta banyak yang mendukung, dalam demo yang pertama mereka membantu konsumsi secara bergantian,” kata koordinator lapangan Boromania, Arief Bondet, menambahkan.
Menurut Jasmo, suporter Boromania kembali ke Jakarta, karena melihat tidak ada itikad baik dari Nurdin Halid untuk mengundurkan diri, baik dari Ketum PSSI, juga pencalonannya dalam kongres PSSI yang akan digelar di Bali.
“Kami tidak takut berhadapan dengan massa pro-Nurdin Halid,” ucap Presiden Boromania, M Basar. Sebab, lanjutnya, massa pendemo pro Nurdin Halid, merupakan massa bayaran, yang tidak punya loyalitas terhadap sepak bola Indonesia.
“Meski demikian, kami berusaha menghindari terjadinya konflik,” ujar Basar seraya menambahkan langkah yang dilakukan di antaranya demo itu sudah dikoordinasikan dengan suporter Jakmania Jakarta.(antara)
Siap Menjadi Tuan Rumah Untuk Kongres PSSI Tandingan
Menurut dia, saat ini perlawanan terhadap status quo (Nurdina Halid dkk) baru memasuki tahap awal. Karena itu, perlu ada komunikasi intensif dengan beberapa daerah. Termasuk mengenai kemungkinan Bojonegoro menjadi tuan rumah konres PSSI tandingan. “Jadi, saya kira perlu ditindak lanjuti,” ujarnya.
Hartono menjelaskna, pemerintah memang harus campur tangan terhadap persoalan yang sedang melilit PSSI. Yakni, dengan membekukan PSSI, termasuk pengcab dan pengprov seluruh Indonesia. Setelah itu, pemerintah memfasilitasi pembentukan PSSI baru yang didalamnya tidak ada statu quo. “Dan itu bisa dilakukan pemerintah.Apalagi, desakan itu bukan hanya di Bojonegoro tetapi juga seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Purnawirawan TNI AD ini menegaskan, desakan perlunya revolusi di tubuh PSSI demi kemajuan sepakbola Indonesia. Sebab, jangan sampai perkembangan sepak bola jalan di tempat dengan berbagai bentuk arogansi yang selama ini dilakukan PSSI. “Kita siap kok memfasilitasi (kongres PSSI tandingan), meskipun kita kota kecil,” imbuhnya.
Dia menegaskan, desakan pemerintah ini buka bermaksud intervensi (campur tangan) terhadap PSSI. Namun, pemerintah juga mempunyai kewajiban membina setiap cabang olahraga yang ada, termasuk sepak bola. “Dan (desakan) ini merupakan salah satu bentuk dari pembinaan,” terangnya.
Ditanya mengenai calon yang gagal maju dan calon yang bisa maju dalam pencalonan ketua umum PSSI, dia enggan berkomentar. Yang jelas semua calon harus bisa diterima oleh semua pihak, bukan hanya sedikit pihak saja. Serta mempunyai komitmen tinggi untuk memajukan sepakbola Indonesia. (rdr)
Kamis, 24 Februari 2011
Boromania Padati GBK
Ratusan pecinta sepak bola Indonesia mulai menyerbu markas PSSI di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.
Berdasarkan pantauan okezone, Boromania, pendukung fanatik Persibo sudah meng’oranye’kan GBK. Mereka datang dengan tiga bus dan membawa beberapa spanduk ukuran 5x1m dengan kata-kata menuntut Nurdin Halid turun. Para suporter juga melantunkan lagu-lagu kecaman pada Nurdin Halid.
Presiden Boromania mengatakan bahwa kedatangannya ke GBK untuk menanggapi karut-marutnya kongres PSSI.”Saya datang kemari memenuhi undangan teman-teman karena kongres yang tidak karu-karuan ini,” ujarnya ketika ditanya maksud kedatangan Boromania,Selasa (22/2/2011).
“Kami menanggapi kegagalan dua kandidat. Tapi, Nurdin yang kriminal atau narapidana malah lolos, dua lagi tidak lolos,” lanjutnya.
Selanjutnya, soal massa yang datang kali ini, Jasmo Priyanto selaku Ketua Harian Boromania mengatakan bahwa Boromania yang datang ke GBK sekitar 600 orang. “Kami membawa 7 bus sekitar 600 orang,” ujar Priyanto, CEO Boromania.”4 bus lagi nanti berangkat dari sana (Bojonegoro) pukul 13.00 WIB,” paparnya.
Selanjutnya Mas Gundul, sapaan akrab Priyanto, mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan suporter lain.”Kami 7 bus. Panser 20 bus, Semarang ada, Aceh juga datang, dari Pasopati 20 bus. Terus dari Samarinda satu pesawat,” ujar Priyanto yang juga Tim Pengurus di Asosiasi Suporter Indonesia (ASI).
Mas Gundul mengatakan bahwa puncak aksi akan dilakukan besok. “Pusatnya besok,” ujarnya. Dia menambahkan aksi ini akan dilakukan di beberapa tempat.”Rencananya kita ke kantor PSSI, HI dan KPK. hari ini kita ke PSSI, dan kita akan di sini tanpa batas waktu. sampai Nurdin mau turun,” ujarnya dengan nada yang menggebu-gebu.
Ketika disinggung penggerak dari aksi ini, Gundul mengatakan ini murni perasaan suporter yang menginginkan revolusi PSSI.”Jangan dipolitisir, kita tidak dukung 1 orang, kami hanya menginginkan revolusi PSSI,” tandas pria gundul ini.
Masih menurut Gundul, Boromania lebih memilih PSSI dihukum 2 tahun agar menciptakan persepakbolaan tanah air yang lebih baik. “lebih baik PSSI dihukum dua tahun FIFA, biar jadi macan,” tandasnya.
(fit/okezone)
Boromania Revolusi Merah-Putih
Bagi rekan-rekan Boromania yang masih di Bojonegoro dan ingin menyusul Boromania lain yang sudah berangkat menuju kota Jakarta untuk mengikuti aksi demo suporter “Revolusi Merah-Putih” di Senayan. Besok bisa langsung datang ke Stadion Letjend Soedirman, sudah disediakan 5 bus yang direncanakan berangkat Pkl. 13.00 WIB.
Untuk transport dan makan gratis, info lebih jelasnya bisa menghubungi koordinator pemberangkatan, Abdul Karim (Cak Dul) di 08123423169. Jangan lupa untuk membawa kaos merah untuk demo.
“Revolusi Merah-Putih”: Jangan Halangi Nurani Kebenaran Masyarakat Sepakbola Nasional Indonesia!
20 Bus Boromania Serbu Jakarta
Untuk mendesak Nurdin Halid mundur, sebanyak kurang lebih 20 bus disiapkan oleh manajemen Persibo Bojonegoro kepada para supporternya ke Jakarta. Direncanakan Senin (21/2/2011) siang ini, para supporter akan berangkat dari Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro.
Ketua Harian DPP Boromania, Jasmo mengatakan, kehadiran supporter ke Jakarta untuk menyerbu kantor PSSI. “Kami ingin PSSI ada reformasi secara menyeluruh, tidak setengah-setengah,” kata Jasmo.
Ditambahkan, selain reformasi, para supporter gabungan tersebut juga akan meminta revolusi di tubuh induk sepakbola Indonesia tersebut. “Selama ini prosesnya sudah tidak menjunjung fair play lagi, sehingga harus diganti rezimnya,” jelasnya.
Menurutnya, penggantian Nurdin Halid (NH) mutlak harus dilakukan jika ingin sepakbola di Indonesia maju dan tidak berjalan di tempat. “Kita sudah didholimi selama ini, sehingga diperlukan orang yang lebih mengerti sepakbola dan memajukannya,” lanjutnya.
Menurut Jasmo, jika pihaknya sangat mendukung muka-muka baru yang lebih memiliki visi kedepannya untuk memajukan. Bukan untuk melanggengkan trah yang merusak sepakbola.
Ditanya mengenai berapa yang sejauh ini yang sudah siap berangkat? Jasmo menegaskan, sampai sekarang ini lebih dari 6 bus yang sudah siap berangkat. “Yang jelas, bus yang disiapkan oleh manajemen mencapai 20 bus dan tinggal menunggu supporter lain dari wilayah kecamatan-kecamatan yang lain di Kabupaten Bojonegoro,” lanjutnya. (but/beritajatim.com)
Sabtu, 06 November 2010
Perubahan Nama Stadion Makin Menguat
Belakangan ini dikalangan supporter Persibo Bojonegoro ada wacana untuk mengganti nama stadion kebanggaan warga Kota Ledre.
Sejauh ini, nama stadion masih tetap Letjen H Soedirman, tetapi banyak yang ingin merubah menjadi Stadion Malowopati. Informasi yang dihimpun beritajatim.com di lapangan, Sabtu (6/11/2010) menyebutkan, jika beberapa elemen masayarakat di Kabupaten Bojonegoro belakangan terus membahas masalah nama stadion.
“Jika memang harus diganti agar lebih baik, maka itu tidak masalah,” kata Presiden Boromania, Basar.
Ditambahkan, jika nama tersebut mempunyai nilai historis dengan Kota Bojonegoro. Sehingga, tidak masalah dan tinggal ditetapkan saja. “Namun, semuanya juga membutuhkan pertimbangan yang matang,” lanjutnya.
Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan para elemen lainnya, sehingga kedepannya akan lebih baik dan bisa bermanfaat. “Semoga saja, dengan dirubah namanya itu bisa membawa berkah bagi Persibo Bojonegoro,” tambahnya.
Seperti diketahui, jika pergantian nama stadion dengan kapasitas 10.000 orang itu bergulir dari gedung DPRD Bojonegoro beberapa waktu lalu.
Bahkan, Bupati Bojonegoro, Suyoto juga sempat ingin melihat secara langsung keinginan masyarakat secara umum.”Jangan gegabah, tetapi kita fikirkan terlebih dahulu secara baik-baik,” jelas Suyoto beberapa waktu lalu.(dul/ted/beritajatim.com)
Sumardi Akumulasi Kartu, Dicky Sakit Tipus
Pelatih Persibo Bojonegoro, Sartono Anwar belum tentukan pengganti pemain belakangnya, Sumardi, yang terkena hukuman akumulasi kartu kuning menjelang laga melawan Bontang FC dalam lanjutan LSI di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro, 11 November mendatang.
“Saya belum tentukan pemain pengganti Sumardi,” kata Pelatih Persibo Bojonegoro, Sartono Anwar, Sabtu.
Menurut dia, dalam laga melawan Bontang FC tersebut, secara umum, memang belum ditentukan pemain yang akan diturunkan. Masih ada waktu beberapa hari lagi, untuk mengamati para pemain menjelang laga, dengan perhitungan pemain yang paling siap yang akan diturunkan.
“Sudah pasti pemain yang paling siap yang diturunkan,” ucapnya.
Sumardi, pemain lini belakang asal Purwodadi, Jateng tersebut, terkena akumulasi kartu kuning terakhir ketika berlaga melawan Persipura, Jayapura, di Stadion Brawijaya beberapa waktu lalu. Dengan kosongnya, Sumardi tersebut, sejumlah pemain disebut-sebut akan menganti posisinya, di antaranya Novan Setya, asal Bojonegoro dan M. Hamzah.
Selama ISL, Novan Setya hanya sebatas menempati pemain cadangan, belum pernah sekalipun diturunkan. Sementara, M. Hamzah yang tampil dalam beberapa kali pertandingan dinilai masih kurang maksimal. Sementara itu, penyerang Dicky Firasat, kecil kemungkinan bisa diturunkan.
Dia, masih menjalani rawat inap di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, karena diketahui menderita sakit tipus. Menurut Asisten Pelatih Persibo, Bambang Pramuji, sakit yang diderita Dicky Firasat belum dinyatakan sembuh oleh dokter. Padahal, sebelum ini Dicky juga sempat menjalani rawat inap, karena terkena sakit demam berdarah dengue (DBD).
“Mau bagaimana lagi, kondisi kesehatan Dicky memang masih belum baik,” katanya mengungkapkan.(antara)
Jumat, 29 Oktober 2010
Jamu Bontang FC, Persibo Main Di Bojonegoro
Manajemen Persibo Bojonegoro tengah berancang-ancang untuk bisa memakai stadion kebanggannya, Stadion Letjen H Soedirman Kota Bojonegoro.
Bahkan, secara resmi manajemen yang dikepalai Letkol Infa Taufiq Risnendar sudah melayangkan surat ke Badan Liga Indonesia (BLI).
Dalam surat tersebut, manajemen ingin pertandingan saat melawan Bontang FC (11/11) dan Persisam (14/11) bisa digelar di hadapan publik Kota Ledre.
Kabar yang diperoleh GOAL.com Indonesia, Kamis (28/10), menyebutkan, pada 6 November mendatang empat titik tiang lampu sudah terpasang. Masing-masing titik akan ada 20 lampu yang baru terpasang, dan menyisakan 18 pasang di tiap titiknya. Sebab, Pemkab Bojonegoro rencananya akan memasang 38 lampu di masing-masing titik.
“Jika dibandingkan dengan lapangan peserta Superliga 2010/11, maka jumlah tersebut sudah layak,” terang Taufiq.
Menurutnya, jumlah satu tiang ada 20 lampu, sama seperti yang terpasang di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, atau kandang Arema FC. “Sejauh ini, respon dari BLI cukup bagus dan kami ingin ada verifikasi ulang secepatnya,” tambahnya.
Dengan begitu, kepastian bisa segera didapatkan dan masyarakat Kabupaten Bojonegoro bisa mendapatkan keuntungan dari laga kandang tersebut.
“Kita akan menyambutnya dengan sangat senang, jika BLI segera mengabulkannya,” sambungnya.
Sebab, laga kandang yang selama ini digelar di Kota Kediri membuat manajemen merugi cukup besar. Setiap laganya, kurang lebih Rp 150 juta kerugian yang diderita panpel.
“Jika terus seperti ini, maka keuangan Persibo bisa tidak sehat,” terangnya.
Selain keberadaan lampu yang pada 6 November malam akan dicoba, persiapan lain saat ini tengah memasuki finishing. Seperti penambahan tempat duduk di tribun, AC di masing-masing ruangan dan persiapan lain. (gk-25/goal.com)
Manajemen Permak Mental Pemain
Kekalahan demi kekalahan yang diterima Persibo Bojonegoro menjadi bahan evaluasi menyeluruh oleh pihak manajemen. Khususnya mengenai mental pemain yang selalu drop menjelang akhir babak kedua. Sehingga, banyak gol lawan tercipta menjelang pertengahan babak kedua sampai akhir babak kedua.
Kepada beritajatim.com, Jumat (29/10/2010), Manajer Persibo Bojonegoro, Letkol Inf Taufiq Risnendar menjelaskan, pihaknya sudah merapatkan barisan pasca kekalahan keempat pada awal Indonesia Super League (ISL) musim ini.
“Yang kita lihat adalah masalah mental bertanding. Sebab, jika terus drop, maka para pertandingan selanjutnya akan semakin sulit,” katanya.
Pihaknya tidak ingin mental pemain semakin jatuh dan akan sulit dibenahi nantinya. Sehingga, jauh-jauh hari kita harus sudah memermak mental mereka untuk tanding selanjutnya.
Selain itu, evaluasi para pemain telah dilakukan oleh Pelatih Sartono Anwar. Sebab, pelatih yang mengetahui kelemahan timnya untuk pertandingan selanjutnya.
“Semoga saja pada pertandingan home menjamu Bontang FC, Laskar Angling Dharma bisa mendapatkan poin yang memuaskan,” terangnya.
Pria yang juga Dandim 0813 Bojonegoro itu menegaskan, pada intinya kemenangan yang sudah dinantikan oleh seluruh masyarakat Bojonegoro.
Penyelesaian akhir memang menjadi masalah sendiri yang harus dicarikan solusi alternatifnya. Karena, hanya Samsul Arif yang baru mencetak dua gol, dan striker lain masih perlu pembenahan.
“Kekalahan di kandang sebanyak dua kali memang sangat menyakitkan dan kami menyayangkannya,” lanjutnya.
Karena, hanya dua poin saja yang bisa diamankan di kandang sendiri dan itu perlu ditingkatkan kedepannya. Sehingga, Victor Da Silva dkk bisa beranjak dari juru kunci ISL 2010/2011.(dul/ted/beritajatim.com)
Tumpengan Untuk Lampu Stadion
“Pemasangan empat tiang lampu stadion mulai dikerjakan hari ini dan diperkirakan awal November, semuanya sudah terpasang lengkap dengan lampunya,” kata Panitia Pelaksana (Panpel) Persibo Bojonegoro, Mashudi, Jumat.
Ditemui di lokasi tumpengan di dalam stadion, Mashudi menjelaskan, pihaknya tetap mengagendakan dalam dua laga kandang ISL melawan Bontang FC, 11 November dan Persisam, Samarinda, 14 November, bisa dihelat di stadion setempat.
Untuk itu, pengerjaan pembangunan lampu stadion, yang masing-masing tingginya 30 meter terebut, sebelum ini dilembur hingga malam hari. Sebelum ini, manajemen melalui surat sudah mengajukan permohonan kepada PT Liga Indonesia untuk melakukan verifikasi ulang stadion pada tanggal 6 November ini.
Dikatakan, pada awal November tersebut, empat tiang lampu stadion sudah terpasang, hanya saja masing-masing tiang hanya 20 lampu, masing-masing berkekuatan 2.500 watt. Sesuai rencana di setiap tiang ada 40 lampu yang pemasangannya dilakukan setelah dua laga kandang rampung.
Termasuk pemasangan kursi tribun VIP sebanyak 800 kursi dan 75 kursi V VIP dilanjutkan setelah dua laga kandang.(antara)
Hadiah DU Dibayar Pertengahan November
Pihak PT Liga Indonesia, selaku penyelenggara kompetisi sepakbola Indonesia, memberikan jawaban terkait uang hadiah Persibo Bojonegoro. Uang hadiah sebesar Rp 500 juta itu siap untuk dibayarkan pada pertengahan November nanti.
Seperti diberitakan sebelumnnya, melalui manajernya, Taufik Risnendar, mengaku telah menagih uang hadiah tersebut baik secara lisan atau surat resmi. Namun, Persibo mengklaim, belum ada jawaban resmi disampaikan kepada mereka.
Dalam perbincangan dengan detikSport via telepon, CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, memberikan konfirmasi bahwa uang hadiah itu akan segera dibayarkan pertengahan November mendatang. Keterlambatan terjadi karena PT Liga mengalami kerugian di Divisi Utama.
“Kami sudah menjelaskan, melalui (Asisten Bidang Teknis) Iman Sarjono selaku perwakilan Persibo, bahwa uang hadiah itu akan dibayar pada pertengahan November,” ujarnya.
“KIta juga sudah menjelaskan bahwa Liga punya tiga program: ISL, Piala Indonesia dan Divisi Utama. Sejauh ini ISL yang masih mendatangkan keuntungan, sementara untuk Divisi Utama kita mengalami kerugian,” lanjutnya.
Persibo memastikan diri sebagai juara kompetisi Divisi Utama 2009/2010, setelah di babak final di Stadion Manahan Solo menaklukkan Deltras Sidoarjo dengan skor 3-1. Dengan hasil itu, selain berhak mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 500 juta dan tim berjuluk Laskar Angling Dharmo tersebut juga berhak “naik kasta” ke ISL.(detiksport.com)
Merchandise Terbaru BoroCyber Fanshop
Empat produk terbaru eksklusif yang bisa anda dapatkan di Borocyber Fanshop di Jl. Sawunggaling, timur Indomaret perempatan Banjarejo, Bojonegoro. Barang Ready Stock namun terbatas, untuk ketersediaan barang dan ukurannya bisa SMS dulu ke 0856 455 22945 (Anang). Buruan jangan sampai kehabisan.
Kaos “SAMSUL ARIEF 9″
klik di gambar untuk memperbesar tampilan
Bahan: Cotton Combad 20′
Harga: Rp. 55.000,-
Kaos “I LOVE PERSIBO”
klik di gambar untuk memperbesar tampilan
Bahan: Cotton Combad 20′
Harga: Rp. 55.000,-
Kaos “JUARA DU”
klik di gambar untuk memperbesar tampilan
Bahan: Cotton Combad 20′
Harga: Rp. 50.000,-
Sandal Persibo
klik di gambar untuk memperbesar tampilan
Harga: Rp. 20.000,-
Pembelian bisa langsung menghubungi:
Borocyber Fanshop
Jl. Sawunggaling, timur Indomaret perempatan Banjarejo, Bojonegoro
0856 455 22945 (Anang)
Untuk pembelian dari luar kota ditambahkan ongkos kirim, tergantung kota tujuan.
Senin, 18 Oktober 2010
Kronologi Kasus SMS Berujung ‘Wasit PKI’
Pelatih Persibo Bojonegoro Sartono Anwar telah memenuhi panggilan Tim Satgas Suap PSSI, Jumat 15 Oktober 2010. Sartono dipanggil terkait isu suap wasit yang terjadi di laga Persibo kontra Persema Malang, 9 Oktober lalu.
Dalam jumpa pers usai memenuhi panggilan Tim Satgas, Sartono kembali menjelaskan jika dirinya dan pihak manajemen Persibo memang telah menerima SMS dari oknum yang mengatasnamakan wasit.
“Jadi sebelum pertandingan kami berbincang-bincang dengan pihak manajemen dan mereka menyampaikan ada penawaran dari oknum wasit untuk membantu pertandingan,” ujar Sartono dalam jumpa pers di Kantor PSSI.
Namun karena alasan tidak punya uang, manajemen menolak. Selain itu kubu Persibo juga siap bertanding dan tak ingin menanggapi hal itu.
Dalam kesempatan itu, Sartono juga menunjukkan SMS yang dikirim dengan nomor 085646426***. Bunyi pesan singkat itu adalah, “Bos, ini Sukasto Persema, ada yang bisa dibantu gak bos, buat pertandingan nanti bos.”
Berawal dari SMS itu, Sartono akhirnya terpancing emosinya saat menemui kejanggalan-kejanggalan dalam pertandingan yang digelar di kandang Persema itu.
Sartono juga sempat mengaku mencoba menelepon nomor itu dan yang bersangkutan mengatakan tengah berada di Surabaya. Namun saat itu mengaku bernama Hadi.
Pada pertandingan itu sendiri, Persibo akhirnya harus kalah 1-0 lewat gol di menit 93, tepatnya lebih dari 21 detik. Padahal Sartono menilai wasit Iis Isya Permana tak punya alasan untuk terus melanjutkan pertandingan.
“Saya saat itu sangat emosi mengingat kerja keras pemain-pemain saya sepertinya tak berguna. Karena itu saya berulang kali mengatakan wasit PKI. Karena mereka saya nilai tidak jujur dan tidak punya agama,” lanjut Sartono.
Namun secara jantan Sartono mengakui kesalahan dan telah meminta maaf kepada PSSI atas ucapannya itu dan siap jika harus menerima sanksi.
Hasil dari pemeriksaan Satgas Suap PSSI akan segera diberikan ke Komisi Disiplin setelah dilakukan pemanggilan wasit yang memimpin pertandingan itu.
Menurut anggota tim satgas Togar Mahanan Nero, para wasit akan dipanggil pada hari Selasa 19 Oktober 2010 nanti untuk dimintai keterangan. (adi/vivanews.com)
Luapan Air Hujan Menggenangi beberapa kecamatan dan perumahan di Bojonegoro
Hujan deras yang terjadi sejak siang sekitar pukul 14.00 wib, telah mengakibatkan puluhan rumah di beberapa rumah tangga (RT) di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, tergenang air. Ketingian air didalam rumah mencapai 10 sampai 15 cm. “Air mulai masuk ke pekarangan dan rumah saya sekitar pukul 5 sore tadi,” kata Sujoni, warga RT. 10, RW.03 Dusun Dalem, Desa Ngumpakdalem.
Rata-rata rumah yang tergenang air ini berada dibantaran sungai bagian timur Desa Ngumpakdalem. Diperkirakan ada sekitar 60 rumah yang tergenang. Rumah tersebut berada di RT. 10, 11, dan 12, semuanya masuk RW.03. Tak hanya itu, air juga mulai menggenangi perumahan Griya Rajekwesi, khususnya RT.08 yang berada dekat dengan sungai.
Bahkan, beberapa ruas jalan juga mulai tergenang luberan air dari sungai. Seperti jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Ngumpakdalem – Desa Bangilan, Kecamatan Kapas, tepatnya di perempatan Pasar Desa; Jalan propinsi Bojonegoro – Nganjuk, tepatnya di depan Akademi Perawat Rajekwesi. “Predeksi saya, dalam semalam ini kondisi air akan terus meninggi karena air dari wilayah selatan lari ke utara,” terangnya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro ketika dikonfirmasi melalui pesn pendeknya menyatakan, Kondisi ini bisa berbahaya bila hujan masih terus mengguyur. Apalagi kondisi air Sungai Bengawan Solo dalam keadaan tinggi, yakni siaga I. Hujan deras yang terjadi di wilayah selatan kota Bojonegoro mulai sekitar Rt.11, 12, 10, 8, rw.03 (Kominfo/PTI).
Kamis, 14 Oktober 2010
Bela Sartono, Manajemen Tak Takut PSSI
Surat pemanggilan kepada pelatih Persibo Bojonegoro, Sartono Anwar, saat ini sudah diterima oleh manajemen Laskar Angling Darma. Surat dikirimkan oleh PSSI melalui Satgas Anti Suap. Menanggapi surat itu, manajemen Persibo Bojonegoro akan terus mengawal masalah tersebut dan siap membela mati-matian terkait keberadaan Sartono Anwar.
Kepada beritajatim.com, Kamis (14/10/2010), Manajer Persibo Bojonegoro, Letkol Inf Taufiq Risnendar menjelaskan, pihaknya tidak takut dengan PSSI.
Menurutnya, sejauh ini yang diperjuangkan pihaknya, termasuk Sartono Anwar memang benar keberadaannya. Sehingga, ia akan mendatangi panggilan tersebut dan menjelaskan apa adanya.
“Kalau tidak ada yang berani, PSSI akan tidur terus dan enak-enakan,” terangnya dengan nada tinggi.
Diterangkan, pihaknya akan memberikan penjelasan apa yang diminta oleh otoritas sepak bola nasional tersebut. Sehingga, masalah ini harus dituntaskan.
“Kami sudah menduga, kalau buntutnya akan panjang. Dan itu tidak masalah bagi kami semuanya,” lanjut pria yang juga Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro itu.
Taufiq menambahkan, Satgas Anti Suap PSSI kemungkinan besar akan meminta bukti secara riil mengenai permintaan uang Rp 10 juta yang dilakukan oleh oknum tersebut.
“Susahnya memang itu, tetapi kami akan menjelaskan sedetail mungkin,” tambahnya.
Menurutnya, saat ini pola-pola yang diterapkan oleh wasit untuk meminta imbalan sudah sangat pandai. Tidak mungkin ia meminta sendiri tetapi memakai jasa orang lain.
“Sehingga, aksi kotor dan mencoreng martabat Bangsa Indonesia tersebut tidak terendus oleh orang lain dan bahkan pejabat di Jakarta sendiri,” sambungnya.
Seperti diketahui, kasus dugaan suap tersebut muncul setelah adanya seseorang yang ditengarai suruhan oknum wasit meminta uang kepada manajemen Persibo Rp 10 juta sebelum pertandingan melawan Persema Malang.
Saat itu, kepemimpinan wasit Iis Isya Permana yang memimpin jalannya pertandingan di Stadion Gajayana Malang dipertanyakan independensinya. Karena, ia memberikan penalti saat perpanjangan waktu sudah lebih dari 1 menit dari yang ditentukan sebelumnya.(dul/but/beritajatim.com)
Satgas Anti Suap Panggil Sartono
Satuan Tugas (Satgas) Anti Suap PSSI melayangkan surat panggilan kepada pelatih Persibo Bojonegoro Sartono Anwar, terkait dengan pernyataannya mengenai dugaan suap saat timnya menghadapi Persema Malang beberapa waktu lalu.
“Kami sudah membuat surat panggilan kepada saudara Sartono Anwar, untuk hadir di PSSI pada Jumat (15/10) mendatang,” ujar wakil ketua Satgas Anti Suap PSSI Bernhard Limbong kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/10).
Menurut Limbong, pihaknya ingin mendengar langsung pernyataan Sartono soal dugaan suap yang sempat dilontarkannya tersebut. Termasuk pernyataannya yang menyebut pengurus PSSI PKI.
“Tentunya penyataannya yang terakhir tidak bisa kami tolelir. Sebab ini sudah menyangkut harkat dan martabat pengurus PSSI. Kami akan meminta keterangan mengenai pernyataannya itu. Jika benar dia menuduh PSSI sebagai PKI,” imbuh Limbong.
Limbong menegaskan akan menyelesaikan kasus ini secepatnya sesuai dengan perintah yang ia terima dari ketua umum PSSI Nurdin Halid, yang memberikan otoritas seluas-luasnya dalam hal menangani dugaan kasus pelecehan institusi yang dilakukan Sartono.
Dikatakan Limbong, pihaknya akan memberikan sanksi yang berat jika hal ini terbukti. Dia juga mengakui memang beberapa pengalaman suap yang ditangani Satgas anti suap lebih banyak kasus yang menguap tanpa hasil final.
“Hal itu karena minimnya bukti yang kami terima. Karena itu, kami minta kepada Pak Sartono, agar hadir dengan membawa bukti-bukit kuat atas tuduhannya tersebut,” tandas Limbong.(goal.com)
Senin, 11 Oktober 2010
Selamat Datang di Liga Paling ’’Bergengsi’’
”WAH, iki wayahe menit-menit penalti (Wah,ini saatnya menit-menit penalti),” seorang penonton di tribune VIP Stadion Gajaya, Malang, berseloroh.
Pertandingan memasuki menit ke-75.Persema Malang meladeni tim promosi Persibo Bojonegoro di Stadion Gajayana,Sabtu (9/10). Celetukan itu mendapat respons dari penonton lain; ’’Durung, paling dilut engkas (Belum, mungkin sebentar lagi)”. Maksud selorohan penonton itu sudah cukup jelas. Biasanya, di Liga Indonesia, tuan rumah mendapatkan kado penalti dari wasit jika gagal mencetak gol.Memang tak semua pertandingan, tapi sudah cukup membuat penonton, wartawan, atau bahkan mungkin rumput lapangan hafal dengan tradisi itu. Saya cuma tersenyum dan kembali konsentrasi ke pertandingan yang membosankan.
Memasuki injury time, saya masih belum percaya dengan ungkapan ’’menit-menit penalti’’.Namun, yang terjadi pada injury timemembuat saya tertegun. Surprise! Wasit Iis Isya Permana benar-benar memberikan tendangan penalti untuk Persema. Penonton pun riuh rendah. Senang dengan penalti itu atau bosan dengan tradisi yang sudah dihafal, saya tak tahu pasti.Yang jelas, itu pemberian penalti yang buruk di pertandingan yang sangat buruk. Selain handball Hamzah masih diragukan, wasit juga memberikan tendangan ketika masa injury time sudah terlewat semenit. Lebih mengejutkan lagi ketika memasuki ruangan pers, Pelatih Sartono Anwar tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Amarahnya meluap.Dia langsung buka kartu soal oknum wasit yang mematok nominal Rp10 juta sebelum pertandingan.
Tujuannya tentu untuk menguntungkan tim Persibo. Sebuah aib besar bagi korps wasit. Kalau ucapan Sartono benar,saya salut dan mendukung keberanian serta keterbukaan Persibo dalam menguak keculasan sang pengadil.Persoalan seperti ini sebenarnya sudah basi di sepak bola dalam negeri. Namun, ternyata kebobrokan seperti ini terus disirami dan tumbuh subur. PSSI juga tidak bereaksi. Untuk sepak bola seperti inikah PSSI meminta anggaran Rp1,3 triliun? Pe r t a n – dingan di Stadion Gajayana malam itu sungguh sebuah jawaban atas kekalahan timnas Indonesia 1-7 saat melawan Uruguay.
Pemain sudah terbiasa memenangkan pertandingan dengan segala cara, terbiasa bertanding di kompetisi yang mempermainkan offside dan pelanggaran untuk menguntungkan satu pihak.Kompetisi dengan tradisi ’’menit-menit penalti’’. Inilah kompetisi paling ’’bergengsi”itu.Sebuah tim merasa gengsi menerima dan mengakui kekalahan. Fenomena itu sekaligus sebagai salah satu alasan munculnya Liga Primer Indonesia (LPI). Namun maaf, saya belum tertarik bicara LPI sebelum ada hasil nyata. Sementara ini, bagi saya, LPI tak lebih dari pengingkaran tanggung jawab dari tim-tim yang mengalami kemerosotan. Ingin selamat secara instan dan menghindari cacian. Itu tak beda dengan meminta sebuah penalti kepada wasit.
Kekecewaan di Stadion Gajayana sekaligus sebagai ucapan selamat datang untuk Persibo yang baru mencicipi Indonesia Super League (ISL) musim ini.Terlepas dari kekalahan menyakitkan, saya memberikan respek pada perjuangan Victor a Silva dkk di lapangan. Mereka yang lebih pantas berpredikat tuan rumah dibanding pemilik kandang. Persema? Saya lebih suka menyebutnya tim tua yang tak pernah dewasa. Selalu ada keputusan-keputusan yang mengganjal.Termasuk musim ini, dengan masuknya Pelatih Timo Scheunemann.
Tanpa mengurangi respek kepada Timo, keputusan mengambil dia sebagai pelatih terbilang sebuah risiko besar untuk tim yang berambisi di papan atas.(*/seputar-indonesia.com)
Kukuh Setyawan
Wartawan SINDO
Manajer Persibo Antarkan Langsung Protes Ke PSSI
Seperti diberitakan sebelumnya, jika manajemen Persibo Bojonegoro langsung memprotes ke PSSI. Tepatnya, keputusan wasit Iis Isya Permana yang memberikan penalti kepada tuan rumah Persema Malang saat pertandingan digelar di Stadion Gajayana dua hari yang lalu.
Manajer Laskar Angling Dharma Letkol Inf Taufiq Risnendar berangkat sendiri ke Jakarta. Ia membawa nota protes yang akan disampaikan kepada induk sepakbola nasional, PSSI. Sebab, pemberian penalti di tambahan waktu yang sudah tidak normal tersebut sangat merugikan tim tamu.
“Memang benar, saya bersama manajer ke Jakarta untuk memberikan surat protes,” kata salah satu pengurus Persibo, Donny Bayu Setiawan, Senin (11/10/2010)
Dikatakan, jika protes tersebut dilayangkan untuk memperjelas bagaimana kondisi yang sebenarnya. Sebab, sejauh ini Persibo Bojonegoro sudah banyak dirugikan oleh sikap pengadil lapangan.
“Semisal saat laga perdana digelar di Stadion Brawijaya, Kota Kediri lalu ketika menjamu Persiba Balikpapan,” jelasnya.
Ditanya agenda lain ke Jakarta ? Donny menyebutkan, jika pihaknya juga menanyakan status para pemain yang sampai sekarang belum disahkan oleh Badan Liga Indonesia (BLI).”Saat ini, kami akan langsung ke PSSI terlebih dahulu,” tambahnya.
Setelah itu, dirinya yang mendamping Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro tersebut akan bergeser ke BLI.
“Semoga saja, agenda ke Jakarta akan membawa hasil yang memuaskan. Semuanya, untuk perbaikan sepakbola secara nasional,” lanjutnya.
Sementara itu Manajer Taufiq Risnendar menegaskan, jika pihaknya sangat kecewa dengan keputusan wasit yang menguntungkan tuan rumah. “Kami ingin permainan yang jujur dan tidak ada yang dirugikan dalam sebuah permainan,” sambungnya.(dul/gir/beritajatim.com)
Manajemen Masih Percaya Sartono Anwar
Mengawali laga di kompetisi Superliga Indonesia 2010/11, Laskar Angling Dharma menuai hasil kurang memuaskan. Dua kali bermain sebagai tuan rumah, Persibo hanya mendapatkan 1 poin dan di partai tandang harus takluk atas tuan rumah Persema Malang.
Walaupun begitu, manajamen masih mempercayai tangan dingin Sartono Anwar untuk tetap menjalankan tugasnya memoles tim kebanggaan warga Bojonegoro tersebut. Sebab, manajamen menilai, secara permainan Victor Da Silva sudah ada peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.
Bahkan, dengan komposisi sekarang ini sebenarnya Persibo bisa bersaing dengan tim Superliga lainnya. Contohnya menahan imbang Persiba Balikpapan 1-1 di Stadion Brawijaya Kediri, membombardir pertahanan PSM dan Persema.
“Keberuntungan saja yang belum berpihak kepada tim kami,” kata manajer Persibo, Letkol Inf Taufiq Risnendar, kepada GOAL.com Indonesia, Senin (11/10).
Dikatakan, jika bukan keberuntungan, pihaknya tidak bisa berkomentar lagi. Sebab, pada saat menjamu Juku Eja di Kediri, permainan sepenuhnya bisa dikendalikan oleh pemain Persibo.
“Banyak peluang yang seharusnya masuk, ternyata membentur tiang gawang,” jelasnya.
Kondisi seperti itu terulang saat pertandingan di Stadion Gajayana Malang. Dua kali peluang membentur tiang, yakni dari tendangan Samsul Arif dan Cucu Hidayat.
“Artinya, permainan kita tidak buruk dan hanya belum beruntung saja,” tegasnya.
Oleh karena itu, manajamen tetap memberikan keleluasaan kepada Sartono untuk mengembangkan permainan tim dan memberikan kemenangan demi kemenangan.
“Manajamen masih sangat yakin, jika kedepannya permainan Persibo lebih baik lagi,” terangnya.
Ditanya mengenai permainan striker baru kelahiran Pantai Gading dan berpaspor Prancis, Eugene Dadi, pria yang juga Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro tersebut mengakui cukup puas.
Karena, Dadi baru sebentar bersama pemain lain yang sudah lebih dulu menghuni skuad Laskar Angling Dharma.
“Pemain yang sebelumnya membela tim Wallington Phoenix Australia tersebut tetap membutuhkan adaptasi,” sambungnya.
Ia kemudian berharap pada laga away kedua melawan Arema pekan depan, penampilannya bertambah bagus dan bisa memberikan gol yang ditunggu-tunggu publik bola di Kota Ledre.
“Jika dilihat dari catatan Dadi saat berlaga di liga Australia, ia termasuk striker yang cukup subur dan menakutkan bagi tim lawan,” lanjutnya. (gk-25/goal.com)
Sabtu, 09 Oktober 2010
Sartono Protes Keras Wasit
Hal tersebut disampaikan dengan keras dan wajah emosi, saat gelar jumpa pers di ruang Pers Room, usai pertandingan Persema vs Persibo Bojonegoro dalam laga ISL 2010-2011, di Stadion Gajayana Malang, Sabtu (09/10/2010) malam.
”Silahkan wartawan dengarkan baik-baik. Saya sangat kecewa dengan keputusan wasit dalam pertandingan ini. Karena, seharusnya waktunya sudah habis. Jadi, tak ada keputusan pilnalti,” katanya dengan nada emosi.
Kata Sartono, seharusnya menit ke-93, pertandingan sudah dihentikan. “Karena waktunya sudah habis. Namun, wasit masih melanjutkan pertandingan walaupun saya dan anak asuh saya sudah protes. Pinalti itu sudah masuk menit ke-94. PKI wasitnya,” katanya.
Lebih lanjut, Sartono menegaskan, dirinya sangat kecewa dengan sikap pemain asing yang memukuli pemain lokal. ”Timo selaku pelatih asing, saya ingatkan. Sangat sangat kecewa ada pemain asing memukuli pemain lokal. Saya meresa dilecehkan sebagai bangsa Indonesia yang besar ini,” ujarnya lantang.
”Sekali lagi, wasitnya PKI. Silahkan ditulis dengan besar. Saya tidak takut dengan siapapun. Saya tidak takut PSSI,” katanya sembari meninggalkan ruang pres room, tanpa pamit. Bahkan, Sartono terus mengoceh kekecewaannya terhadap keputusan yang diambil wasit itu.
Dari pantauan beritajatim com di lapangan pertandingan, usai pertandingan, hampir semua pihak Persibo sudah terlihat emosi dan protes terhadap hakim haris dan wasit Iis Permana asal Bandung itu. Namun, pihak panpel Persema berusaha meredamkan emosi sartono dan membawanya masuk ke ruang pres room.(ain/but/beritajatim.com)